Worry is better than sorry...



Mungkin kalimat "Khawatir lebih baik daripada menyesal" sangat pas jika kita akan melakukan sebuah pekerjaan namun peralatan keselamatannya tidak ada atau kurang lengkap. Atau saat akan pergi turing naik sepeda motor, pengennya naik motor tapi motornya belum ganti oli dan kampas rem, alhasil turingnya harus di tunda.

Penundaan pekerjaan maupun aktivitas menyenangkan lain yang timbul karena rasa khawatir adalah bentuk kewaspadaan diri. Ya, kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya jika kita tetap memaksakan diri melakukan aktivitas yang dari awal sudah tahu tidak aman atau menimbulkan rasa khawatir.

Jika, menurut perhitungan logika kurang aman, yasudahlah jangan dipaksakan. Kita jangan gambling dengan nasib, walaupun sudah ada yang menentukan nasib kita kedepan seperti apa.

Tidak ada reward yang abadi jika kita berhasil melewati aktivitas dengan gambling, yang ada hanya kata-kata "Kamu Hebat... Kamu Jago ya... Kamu Berani... Kamu Nekat... Kamu Gila ya..."

Puaskah hanya dengan kata-kata seperti itu kita melakukan gambling dalam resiko pekerjaan? itu dari sisi berhasilnya. Coba dibalik, jika dalam kondisi berlawanan, bukannya mendapatkan perhatian malah yang muncul cacian. Kata pepatah, sudah jatuh tertimpa janda penggoda...
Yayan Suryana Penghobi Elektonika dan Mikrokontrol

Belum ada Komentar untuk "Worry is better than sorry..."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel